Laman

Sabtu, 10 Maret 2012

Konflik dan Cara Mengatasinya

Konflik merupakan suatu kondisi, baik dalam internal individu atau pun dalam lingkungan sosial, di mana terdapat dua hal yang bertentangan atau berlawanan dalam waktu yang bersamaan
Konflik pasti akan muncul. Respon kita terhadap konflik itu yang akan menentukan akibatnya. Apakah konflik itu menyebabkan hubungan akan rusak atau justru membuat kita semakin dewasa
Jenis- Jenis Konflik
1.    Konflik Internal
suatu keadaan dimana terdapatnya dua macam dorongan dalam diri individu yang berlawanan atau bertentangan satu sama lain, dan tidak mungkin dipenuhi dalam waktu yang sama.
Macam-macam konflik internal
    approach-approach conflict
seorang siswa yang juga seorang atlet harus memilih antara mengikuti ujian akhir semester dengan mengikuti kejuaraan olah raga
    approach-avoidance conflict
seorang ibu yang ingin mengizinkan anaknya untuk bisa ikut kegiatan karyawisata bersama teman sekolahnya, tetapi disisi lain ia takut kalau anaknya mendapatkan kecelakaan di jalan
    avoidance-avoidance conflict
seorang siswa yang melakukan pencurian, yaitu ia harus dihukum dengan masuk penjara sementara di sisi lain ia juga malu oleh semua teman-temannya di sekolah

2.    Konflik Sosial
Konflik sosial ini merupakan bagian dari sesuatu kehidupan  di masyarakat yang  kadang-kadang tidak dapat dihindari.
Macam-macam konflik sosial
    Konflik antara individu dengan masyarakat/lingkungan.
(Contoh: konflik antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengaturan penggunaan air dari sumber mata air)
    Konflik antara nilai-nilai dan tingkah laku diantara dua kelompok sosial atau lebih.
(Contoh: konflik antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Amerika; diskriminasi ras terhadap orang kulit hitam)

Faktor Penyebab Konflik
    Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
    Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
    Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
    Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

“MENGATASI KONFLIK”
Baik tidaknya penyelesaian masalah yang digunakan tergantung beberapa kondisi yang ditemui. Ada beberapa pilihan dalam mengatasi konflik diantaranya:
a.    Menghindar
Ada kalanya lebih baik menghindar bila masalahnya tidak penting, kondisi psikologis sangat emosional, dan tidak akan timbul akibat yang lebih buruk bila konflik itu diteruskan.
b.    Akomodasi
Tujuan dari cara ini adalah hubungan yang harmonis dengan menempatkan kebutuhan dan pendapat orang lain di atas pendapat kita. Hal ini paling baik digunakan saat masalah tersebut tidak terlalu penting dan ingin di masa depan yang diinginkan lebih diperhatikan orang tersebut.
c.    Memaksa
Agar kemauan kita terpenuhi meski mengorbankan orang lain, kadang-kadang bisa menjadi pilihan yang baik dalam menyelesaikan masalah.
d.    Kompromi
Cara ini membutuhkan pengorbanan dari kedua belah pihak. Sangat tepat bila digunakan pada saat kita berada pada posisi yang sejajar dengan pihak lain, dan dibutuhkan solusi yang segera sementara masalahnya sangat kompleks.
e.    Kolaborasi
Ini adalah penyelesaian masalah “menang-menang”. Semua pihak berusaha untuk dapat memenuhi semua kebutuhan orang yang berkonflik. Ini dapat dilakukan bila keduanya terbuka dan jujur, mendengar dengan baik sehingga mengerti perbedaan masing-masing, serta mengungkap berbagai alternatif solusi yang menguntungkan semuanya. Menggunakan ini bila tidak terkait dengan batas waktu penyelesaian dan masalahnya sangat penting sehingga tidak dapat dikompromikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar